TERTIB LALU LINTAS

 Tata tertib Lalu lintas

Oleh ; Ellys Sudarwati. SH ( YLPHS )

Tata tertib Lalu lintas

Pada saat ini bertepatan dengan hari raya umat Islam dimana ada tradisi mudik ke kampung halaman hal ini dilakukan oleh semua kalangan masyarakat baik atas, menengah maupun bawah, tradisi mudik ini mengakibatkan semua orang berlomba-lomba untuk sampai dikampung pada saat hari raya lebaran, hal ini membuat semua orang memaju kendaraanya baik motor mapun mobil dengan kecepatan tinggi . Hal ini yang menyebabkan sering terjadi kecelakaan, data terakhir menyatakan bahwa korban kecelakakan pada arus mudik kurang lebih 860 orang meninggal dari 4.330 kecelakanan yang terjadi dalam arus mudik dan balik lebaran 2012 dan kebanyakan adalah kendaraan roda dua, hal inilah yang membuat saya untuk mengupas tentang tata terbit lalulintas.

Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas atau tabrak lari disebabkan oleh pelanggaran tata tertib lalu lintas yang di lakukan oleh pengendara kendaraan itu sendiri. Dari beberapa hal yang sering saya lihat di jalan sering sekali terjadi pelanggaran tata tertib lalu lintas misalnya aja ada yang tidak menggunakan helm yang berstandard SNI atau bahkan tidak menggunakan helm sama sekali ketika mengendara motor, begitupun dengan orang yang tidak menggunakan sabuk pengaman ketika mengendara mobil, seringnya terjadi saling mendahului atau suka menyalib kendaraan lain dari samping, ngebut dengan kecepatan tinggi, tidak menyalakan lampu pada saat mengendara kendaraan pada malam hari (hal tersebut membuat kendaraan lain sulit melihat kalau ada kendaraan lain didepannya) ,ketika berbelok sang pengendara baik mobil maupun sepeda motor tidak menyalakan lampu sein atau lampu tanda hendak berbelok ,lupa mematikan lampu belok/lampu sein (padahal sudah berbelok dan sudah berjalan lurus) hal tersebut membuat pengendara lain yang berada di belakangnya mengira kalau kendaraan yang didepan hendak ingin berbelok (kemungkinan dapat terjadi tabrakan karena salah paham tersebut) ,menembus rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya misalnya aja ketika lampu rambu berwarna merah ,ada saja pengendara yang tetap menerobosnya begitu saja sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Pelanggaran tata tertib lalu lintas lainnya adalah ketika sedang mengendara mobil atau sepeda motor ada saja orang yang masih menerima panggilan telepon atau mengirim sms ,akibatnya konsentrasi terbagi menjadi 2 yaitu memainkan ponsel dan mengendarai kendaraan. Sungguh sangat memprihatinkan kondisi masyarakat yang kurang menyadari tata tertib lalu lintas. Padahal kalau mereka dengan sadar harusnya mereka berpikir dengan seksama kenapa harus terburu buru mengendarai mobil atau motor di jalan? buru-buru dapat mengakibatkan seseorang memilih untuk ngebut dan ngebut berarti mengundang maut. Hal tersebut bukan hanya dapat merugikan diri sendiri tetapi juga dapat merugikan orang lain dijalan. Contohnya saja orang yang tidak tahu apa apa ikut tertabrak karena kesalahan kita yang ugal ugalan dijalan. Karena itu sadarlah mulai sekarang dan mulailah menghindari pelanggaran tata tertib lalu lintas

TATA TERTIB LALU LINTAS BAGI KENDARAAN BERMOTOR

Pengertian Lalu Lintas

Lalu lintas di dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan, sedang yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung. Permasalahan lalu lintas di kota - kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Bandung cukup memprihatinkan. Pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya, secara tidak langsung membuat permintaan akan kebutuhan transportasi meningkat.

Rambu - Rambu Lalu Lintas

Menurut Julianto (2008) Rambu lalu lintas adalah salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf,angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikanperingatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu lalu lintas dibuat untuk menciptakan kelancaran, keteraturan dan keselamatan dalam berkendara. Marka jalan dan rambu - rambu merupakan obyek untuk menyampaikan informasi atau perintah maupun petunjuk bagi pemakai jalan.

Dalam diktat Rekayasa Lalu Lintas (2008) rambu - rambu lalu lintas mengandung berbagai fungsi yang masing - masing mengandung konsekuensi hukum sebagai berikut :

1.   Perintah

Yaitu bentuk pengaturan yang jelas dan tegas tanpa ada interpretasi lain yang wajib dilaksanakan oleh pengguna jalan. Karena sifatnya perintah, maka tidak benar adanya perintah tambahan yang membuka peluang munculnya interpretasi lain. Misalnya : rambu belok kiri yang disertai kalimat belok kiri boleh terus adalah bentuk yang keliru. Penggunaan kata boleh dan terus mengandung makna ganda dan dengan demikian mengurangi makna perintah menjadi makna pilihan. Yang benar adalah belok kiri langsung. Dengan demikian, pelanggar atas perintah ini dapat dikenai sanksi sesuai perundang - undangan yang berlaku.

2.   Larangan

Yaitu bentuk larangan yang dengan tegas melarang para pengguna jalan untuk berhenti pada titik -titik jalan yang memeng dilarang dan sudah diberikan tanda larangan, tetapi sering kali para pengendara melanggarnya, hal inilah yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan dijalan raya.

3.   Peringatan

Menunjukan kemungkinan adanya bahaya di jalan yang akan dilalui. Rambu peringatan berbentuk bujur sangkar berwarna dasar kuning dan lambang atau tulisan berwarna hitam.

4.   Anjuran

Yaitu bentuk pengaturan yang bersifat mengimbau, boleh dilakukan boleh pula tidak. Pengemudi yang melakukan atau tidak melakukan anjuran tersebut tidak dapat disalahkan dan dikenakan sanksi.

5.   Petunjuk

Yaitu memberikan petunjuk mengenai jurusan, keadaan jalan, situasi, kota berikutnya, keberadaan fasilitas dan lain - lain. Bentuk dan warna yang digunakan pada rambu - rambu lalu lintas digunakan untuk membedakan kategori rambu - rambu yang berbeda namun memberikan kemudahan bagi pengemudi dan membuat pengemudi lebih cepat untuk bereaksi.

Apabila dari sebagian kecil pengguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas dan tertib dalam berlalu lintas, maka akan mengurangi kecelakaan yang terjadi dijalan raya dan tidak ada nyawa yang terbuang sia-sia dijalan raya. Dan juga mungkin angka kecelakaan pada tahun ini tidak bertambah justru akan berkurang. Tetapi hal ini harus timbul dari kesadaran masyarakat itu sendiri agar mau mengubah gaya berkendara dalam perjalanan di jalan raya.


Share this :

Berita "Artikel Lepas" Lainnya