Liputan: BENCANA BANJIR DI SOLO

Senin, 2 Januari 2012 pukul 02.00 WIB, telepon gereja berdering demikian juga handphone anggota Komisi Bencana GKJ Danukusuman; salah seorang warga gereja yang tinggal di desa Nusupan, Kadokan, Sukoharjo mengatakan bahwa kampungnya terendam air dari Sungai Bengawan Solo. Ketinggian air berkisar 30 cm sampai 2 meter. Terdapat 6 Kepala Keluarga (KK) warga gereja dari 40 KK (kurang lebih 140 jiwa) di RT. 04 desa Nusupan yang sejak Minggu, 1 Januari 2012 jam 23.00 WIB mendapat kiriman air dari Bengawan Solo. Bp. Winarso (ketua RT 04 Nusupan) mengatakan bahwa: "Sudah sejak jam 23.00 WIB, air mulai menutup jalan kampung, kemudian semakin tinggi. Yang paling parah adalah rumah ibu Suparmi karena ketinggian air lebih dari 2 meter menenggelamkan rumah beliau." Memang sejak hari Minggu 1 Januari 2012, kota Solo hujan sangat lebat mulai pukul 15.00 WIB sampai 20.00 WIB. Akibatnya, jalan-jalan di Solo sebagian besar tergenang air dan beberapa wilayah di Solo seperti Semanggi, Kampung Sewu-Gandekan, dan Nusupan banjir.

Pengamatan lapangan Komisi Bencana GKJ Danukusuman, dari seluruh wilayah desa Nusupan yang hari Minggu malam kemarin terkena banjir yang paling parah kondisinya adalah RT 04, karena RT 04 tersebut merupakan daerah pertemuan sungai Bengawan Solo dan "kali Jenes" yang melintas Kota Solo. Saat Komisi Bencana masuk ke rumah warga yang paling parah, mereka harus menggunakan perahu yang disediakan SAR di RT tersebut. Tampak jelas aliran air Bengawan Solo dari arah Selatan begitu derasnya, bahkan ketinggian permukaan air Bengawan Solo melebihi ketinggian jalan kampung RT 4 di desa Nusupan. Muji Utomo warga RT 4 mengatakan bahwa: "Banjir kali ini lebih parah dari tahun 2007. Air begitu cepat masuk ke halaman dan rumah warga, tidak seperti tahun 2007 lalu, walaupun dampak dari banjir 2007 jauh lebih parah dari banjir tahun baru 2012." Muji Utomo juga menyatakan: "Sungai sekarang ini sulit diprediksi. Jika 5-10 tahun lalu, kondisi sungai dapat diprediksi oleh warga: akan datang banjir atau tidak? Tetapi kondisi sekarang sangat sulit diprediksi."

Ketika Senin dini hari Komisi Bencana mendapat laporan banjir di daerah Nusupan demikian pula dari koordinasi dengan warga yang ada di lokasi banjir, masyarakat di RT 4 Nusupan saat itu membutuhkan bantuan berupa makanan kering. Untuk kebutuhan yang lain belum diperlukan warga di daerah lokasi banjir.

Berkat doa berbagai pihak, sejak Senin 2 Januari 2012 kota Solo tidak hujan. Oleh karena itu laporan pagi ini (Selasa 3 Januari 2012 jam 05.00 WIB) keadaan di RT 4 Nusupan di mana kemarin cukup parah, sekarang ini sudah surut. Warga masyarakat sedang kerja bakti membersihkan rumah mereka. Mengingat kondisi alam yang tidak menentu seperti ini, ancaman banjir tentunya akan selalu membayangi warga masyarakat di daerah Nusupan. Semoga saja, masyrakat di Nusupan, Kadokan, Sukoharjo tersebut tidak mengalami banjir yang terparah seperti yang pernah terjadi tahun 2007.

-Kyai Kasan; Danukusuman, 3 Januari 2012-


Share this :

Berita "Berita Gereja" Lainnya