Sinode GKJ
Rubrik : Berita Lembaga
PESAN PASKAH PGI - 2013
2013-02-26 10:56:14 - by : admin3

PESAN PASKAH PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA TAHUN  2013

"Kristus, Yang sulung dari segala yang diciptakan"

(bdk. Kolose 1:18)

 

Umat Kristiani Indonesia yang dikasihi oleh Yesus Kristus, Salam Sejahtera,

  1. Ketika bangsa kita masih tetap bergumul dengan berbagai persoalan, baik bencana alam maupun bencana-bencana sosial, berita Paskah kembali datang menyapa kita. Paskah adalah, ketika Allah memberikan pengharapan di tengah keputusasaan, optimisme di tengah pesimisme, pembebasan di tengah perbudakan dosa, kehidupan di tengah kematian. "Allah telah mendamaikan diri-Nya dengan manusia, dan dengan seluruh ciptaan-Nya", adalah berita Paskah paling kuat, ketika budaya konflik dan peperangan di antara sesama, dan pencemaran terhadap alam masih tetap dianut dan dipraktekkan secara luas oleh masyarakat kita. Bahwa Allah membangkitkan Yesus dari kematian adalah pengesyahan Allah terhadap kehidupan, yaitu betapa berharganya kehidupan, dan  karena itu tidak boleh disia-siakan.  
  2. Kebangkitan Kristus menciptakan hubungan baru antara Allah dengan manusia dan dengan seluruh ciptaan-Nya. Kristus adalah Pusat hubungan baru itu. Ia bahkan disebut sebagai Yang sulung dari seluruh ciptaan, sebagaimana dikatakan dalam Kolose 1:18: "Ialah kepala Tubuh, yaitu Jemaat. Ialah Yang sulung, Yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu." Itu tidak berarti, Kristus Yang bangkit itu identik dengan seluruh makhluk ciptaan, kendati di dalam kebebasan dan kedaulatan-Nya Ia bisa saja menyamakan diri dengan makhluk ciptaan tersebut. Justru itulah makna mendalam dari inkarnasi, ketika Allah memilih menjadi manusia. "Sulung" (Yn.: prototokos) adalah penegasan bahwa Kristus adalah "Yang Sulung Itu Sendiri". Sebagai demikian, "di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu"(ay.16), yang juga berarti, Ia berkuasa atas segenap ciptaan. Bahwa Ia "Yang pertama bangkit dari antara orang mati", semakin menegaskan keutamaan Kristus, sekaligus menjadi dasar pemahaman dan keyakinan akan kebangkitan orang mati. Kalau Kristus adalah Yang sulung dari segala ciptaan, maka "jemaat" adalah tipe awal (prototype) dari kemanusiaan baru yang sudah diperbaharui oleh Kebangkitan. Sebagai demikian, jemaat berkewajiban meneruskan amanat kehidupan ini kepada segala makhluk. Ini melahirkan pengharapan akan makna hidup baik di masa kini, maupun nanti.  
  3. Dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI), 25-28 Januari 2013 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, gereja-gereja kembali menyatakan keprihatinan mendalam terhadap makin terganggunya keutuhan ciptaan di bumi Indonesia. Hal itu terlihat misalnya dalam hal makin masifnya perusakan dan kerusakan lingkungan yang di dalamnya kita tinggal. Pertikaian seputar kepemilikan tanah dan akses terhadap sumber daya alam yang makin kritis memperlihatkan bahwa kita memang sedang terancam oleh berbagai kekuatan global (global force): persoalan demografi, sumber daya alam,   globalisasi dan perubahan iklim.
  4. Dalam keadaan seperti ini, gereja sebagai tipe awal kemanusiaan baru dipanggil untuk memahami secara baru makna pemberian mandat, "Berkuasalah, penuhilah... taklukkanlah" (Kej.1:28), bukan sebagai akta eksploitasi terhadap alam ciptaan-Nya, tetapi justru sebagai jurukunci yang setia memelihara dan mengelolanya secara bertanggungjawab. Peristiwa Paskah itulah justru yang memberikan harapan dan semangat baru melalui pendamaian dan rekonsiliasi sejati yang diprakarsai Allah ke atas manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Alhasil, penebusan, tidak saja mendamaikan manusia dengan pencipta-Nya, tetapi juga mendamaikan manusia dengan seluruh ciptaan Allah.   Atas dasar keyakinan ini, dalam rangka menyambut dan menghayati Paskah 2013, dengan rasa sukacita dan ucapan syukur, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia mengajak semua umat Kristiani untuk semakin mengejawantahkan harapan dan semangat baru itu, bahwa  "penebusan Kristus mendamaikan manusia dengan Allah dan seluruh Ciptaan-Nya",  melalui hal-hal berikut ini:
  • Perayaan Paskah hendaknya mendorong gereja mengkaji dan mendalami ulang segi-segi teologi dari mandat pemeliharaan dan pengelolaan ciptaan Allah serta mengimplementasikannya dalam berbagai aspek pelayanan gerejawi: liturgi, pengajaran dan pemberitaan firman Tuhan. 
  • Perayaan Paskah hendaknya menjadi momentum bagi gereja-gereja untuk semakin mempererat persekutuan dalam arak-arakan gerakan oikoumenis lintas-denominasi agar fungsi gereja sebagai garam dan terang dapat diimpelentasikan secara optimal di tengah-tengah situasi yang ada. Khususnya, kiranya Semangat Paskah mendorong gereja berkontribusi aktif dan semakin giat dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan,  menjadikan gereja sebagai gereja yang ramah dan sahabat bagi alam, serta membina warganya untuk peka dan peduli terhadap lingkungan hidup.
  • Perayaan Paskah hendaknya mampu mendorong gereja untuk lebih mewujudkan keberpihakan kepada perjuangan penegakkan hak-hak masyarakat khususnya di tengah-tengah konflik Agrararia dan Sumber Daya Alam. Perjuangan ini merupakan pondasi spirit gerakan oikoumenis, yang di dalamnya kita secara bersama terus berjuang untuk mengusahakan bumi sebagai rumah (oikos) yang semakin layak untuk dihuni (menein). 

Pesan Paskah ini, kami akhiri dengan menggarisbawahi firman Allah melalui Kidung Pemazmur yang menyatakan kemuliaan Allah dalam segenap pekerjaan tangan-Nya. Ini mengingatkan kepada kita, bahwa kitalah tangan-tangan Allah untuk mewujudkan kemuliaan-Nya di tengah seluruh ciptaan:

 "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya" (Mazmur 19:2)  

Jakarta, Akhir Februari 2013 Atas nama,

MAJELIS PEKERJA HARIAN PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA


Pdt. Dr. A.A. Yewangoe

Ketua Umum                   

Pdt. Gomar Gultom

Sekretaris Umum        

Sumber tautan informasi: www.pgi.or.id

Sinode GKJ : http://127.0.0.1
Versi Online : http://127.0.0.1/?pilih=news&aksi=lihat&id=724