Pokok-Pokok Ajaran GKJ

Pokok-Pokok Ajaran GKJ

Kerinduan Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) untuk memiliki Pokok-pokok Ajaran sendiri yang diinginkan sejak lama telah terpenuhi dengan ditetapkan dan diberlakukannya Pokok-pokok Ajaran GKJ (PPA GKJ) pada tahun 1997.

Dengan ditetapkan dan diberlakukannya PPA GKJ pada tahun 1997 itu berarti bahwa GKJ sebagai Gereja dewasa yang merupakan bagian integral dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah berhasil mewujudkan cia-cita "kemandirian teologi", yaitu sebagian dari dokumen "kemandirian daya, dana dan teologi", yang merupakan salah satu dari Lima Dokumen Keesaan Gereja (LDKG) PGI.

Sebagai hasil karya yang telah dikerjakan dengan kesungguhan oleh "anak-anak bangsa yang terpilih" yaitu warga Gereja, baik yang ditunjuk sebagai konseptor utama, Tim PPA GKJ maupun yang berpartisipasi dalam pembahasannya, PPA GKJ tahun 1997 yang merupakan dokumen resmi ajaran GKJ tersebut disambut dan diterima dengan penuh sukacita. Gereja-gereja se Sinode GKJ kemudian berusaha untuk menghayati, mempelajari dan mengajarkan PPA GKJ tersebut kepada warga gereja atau calon warga gerejanya.

Setelah beberap waktu digunakan, banyak masukan dan usulan agar PPA GKJ tahun 1997 tersebut direvisi. Revisi yang dikehendaki adalah revisi yang berupa penyederhanaan, menghapus hal-hal dan bagian-bagian yang dianggap tidak perlu serta menambah hal-hal dan bagian-bagian yang dianggap perlu.

Untuk itu Sinode melalui Deputat Keesaan Sinode XXIII GKJ membentuk Tim Revisi PPA...

PENDAHULUAN

Untuk membantu memahami dengan baik buku Pokok-pokok Ajaran Gereja Kristen Jawa (PPA GKJ), perlu terlebih dahulu disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Status PPA GKJ sebagai dokumen gerejawi
  2. BAB SATU : AJARAN GEREJA

    BAB SATU : AJARAN GEREJA - Minggu ke-1 : Ajaran gereja