NATAL : PUNAKAWAN KHOTBAH DI GEREJA

Khotbah  biasanya disampaikan oleh Pendeta atau Pengkhotbah  secara baku, dengan kaidah-kaidah tertentu. Namun , menjelang tahun baru ybl., (31/12) GKJ Purworejo menyelenggarakan kebaktian khusus dengan Pengkhotbah adalah Rombongan PUNAKAWAN (Semar, Gareng, Petruk dan Bagong).  Kebaktian dengan Iringan Gamelan, menggunakan bahasa Jawa - Indonesia, dan umat hadir beribadah dengan menggunakan pakaian tradisional Jawa.  Tentu saja, khotbah Sang Punakawan  tidak disampaikan seperti biasanya, namun disampaikan secara menarik dengan gaya jenaka, penuh  tawa canda, ada sindiran dan nasihat-nasihat.

"Ini adalah salah satu upaya gereja GKJ untuk ikut melestarikan budaya Jawa melalui penggunaan budaya jawa  dalam kehidupan ibadah", ungkap Pdt. Lukas Eko Sukoco, M.Th.  yang juga memerankan tokoh Semar atau Ki Badranaya.....

Selama ini GKJ Purworejo  telah memiliki kesadaran budaya yang tinggi, sehingga dalam ibadah minggu secara bergantian, tak hanya menggunakan iringan  Organ, tetapi juga Gamelan, Keroncong, Kolintang dan Campursari.  Ibadah Menjelang Tahun Baru kali ini  diiringi oleh Paguyuban Seni karawitan WIDODO  LARAS  GKJ Purworejo, Pimp. Bp. JC. Supardi.

Menurut Pdt Lukas, "Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia.  Dalam cerita asli India, punakawan sama sekali tidak dikenal. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran, seperti Penasihat para ksatria, Penghibur, Kritisi sosial, Badut bahkan Sumber kebenaran dan kebijakan. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar, Gareng, Bagong, dan Petruk".

Dalam kesempatan tsb., umat diajak untuk mensyukuri berkat Tuhan di sepanjang th.2012  dengan segala suka - dukanya, dan diajak untuk tetap meyakini  berkat penyertaan Tuhan di Tahun 2013  yang akang datang dengan cara hidup yang lebih baik.

Sumber: Panitia Natal 2012 GKJ Purworejo

 


Share this :

Berita "Berita Gereja" Lainnya