14. Klasis Jakarta Bagian Timur

d.a. GKJ Jakarta
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1
Rawamangun, JAKARTA  13220
Telp.: (021) 489 3435
Jumlah Pendeta: 14
Gereja Dewasa : 9
Pepanthan: 3; KK: 2.540; Warga Dewasa: 8.448; Warga Anak: 2.609; Total Warga: 11.057

 


jpgGKJ Jakarta
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1
Rawamangun, JAKARTA 13220
Telp.: (021) 489 3435
Fax.:   (021) 475 2162
E-mail: gkjjkt@bit.net.id
Web.:   www.gkjjakarta.org
Pendeta:
Pdt. Hosea Sudarna, S.Th. 
Pdt. Neny Suprihartati, M.Th. 
Pdt. Ir. Yoel M. Indrasmoro, S.Th.
KK: ; Warga Dewasa: 2.719; Warga Anak: 713; Total: 3.432
 
 
 

 

 


jpgGKJ Tanjung Priok
Jl. Cilincing Raya No. 50
Cilincing, JAKARTA 14120
Telp.: (021) 440 0459
E-mail: tanjungpriok@gkj.or.id
Web.: www.gkjtp.com
Pendeta: Pdt. Andreas Untung Wiyono, D.Min.; Pdt. Wisnu Tri Handayani, S.Si.
Pepanthan: 1; KK: 299; Warga Dewasa: 464; Warga Anak: 182; Total: 646

 

 

 

 

 


jpgGKJ Pangkalanjati
Jl. Harapan Jaya No. 18 RT 003/RW 012
Kel. Cipinang Melayu, Kec. Makasar
JAKARTA 13620
Telp.: (021) 8629 366
Fax.:   (021) 8661 0969
E-mail: pangkalanjati@gkj.or.id
Web.: http://gkjpangkalanjati.com
Pendeta: Pdt. Aris Widaryanto, S.Th.,M.Min.
KK: 210; Warga Dewasa: 515; Warga Anak: 184; Total: 699

 

 

 

 

 


jpgGKJ Bekasi
Jl. Jatiluhur Raya RT.001/RW.013
Kompl. Pengairan, Kel. Jakasampurna
BEKASI  BARAT  17145
Telp.: (021) 8840 760
Fax.:   (021) 8896 4675
E-mail: gkjbekasi@yahoo.com
Web.: www.gkjbekasi.org
Pendeta:
Pdt. Oktavianus Heri Prasetyo Nugroho, M.Si.
Pdt. Kartini Astuti, S.Si.
Pdt. Temi Setyowati, S.Si.
Pepanthan: 1; KK: 794; Warga Dewasa: 1.893; Warga Anak: 523; Total: 2.416

 

 

 

 


jpg

GKJ Pondok Gede
Jl. Rambutan, Gang PEKA RT.003 RW.02
Kel. Jatimurni, Kec. Pondok Melati
BEKASI  17432
Telp.: (021) 8459 6862
E-mail: gkjpondokgede@yahoo.co.id
Web.: www.gkjpondokgede.com
Pendeta: Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th.
KK: 297; Warga Dewasa: 664; Warga Anak: 204; Total: 868

Jadwal Kebaktian:
Minggu, Pk. 07.00 bertempat di GKJ Pondok Gede - Kebaktian Umum (Minggu I, II Bhs. Indonesia)
Minggu, Pk. 07.00 bertempat di GKJ Pondok Gede - Kebaktian Umum (Minggu IV Bhs. Jawa)
Minggu, Pk. 07.00 bertempat di GKJ Pondok Gede - Kebaktian Anak (Bhs. Indonesia)
Minggu, Pk. 07.00 bertempat di GKJ Pondok Gede - Kebaktian Remaja (Minggu I, II Bhs. Indonesia)
Minggu, Pk. 10.00 bertempat di GKJ Pondok Gede - Kebaktian Pemuda/Remaja (Minggu IV Bhs. Indonesia)

Sejarah Singkat GKJ Pondok Gede

Sebuah pertemuan di Pastori tanggal 12 Agustus 1982 yang dihadiri 22 orang menjadi tonggak penting, cikal bakal yang mengukuhkan niat untuk secara rutin menggelar pertemuan yang menjadi sarana untuk mengakrabkan dan saling mengenal.
Melalui pertemuan yang dihadiri : Bp. & Ibu Sutomo, Bp. & Ibu Sularso, Ibu Suwandi, Bp. & Ibu Tjuk Sungkono, Bp. & Ibu Soeripto, Bp. & Ibu Setyo Tjipto, Ibu Sikam, Bp. & Ibu Joesoef Ranumihardjo, Bp. & Ibu Kartimin, dihasilkan kesepakatan untuk menyelenggarakan PA Rutin, yang digelar bergilir di rumah jemaat. Setelah PA dilakukan secara rutin, secara bertahap jemaat mulai menyelenggarakan persiapan perjamuan secara mandiri di kelompok jemaat Pondok Gede yang sebelumnya dilakukan di GKJ Jakarta.
Melihat perkembangan ini, kemudian tumbuh inisiatif untuk mulai menyelenggarakan ibadah minggu sendiri setiap bulan sekali yang dikelola oleh Penatua Kelompok. Ibadah minggu pertama dilakukan di Rumah Pastori, kediaman Pdt. Suwandi Martoutomo, S.Th. dan dilayani oleh Pdt. David MP., sedangkan ibadah kedua diselenggarakan di Jl. Camar No. 7 komplek Bumi Makmur, kediaman Keluarga Darmo Purwanto (kemudian menjadi tempat tinggal keluarga Prasetyo Hatmodjo).
Setelah Majelis GKJ Jakarta mengetahui penyelenggaraan ibadah minggu tersebut, Majelis kemudian mendesak agar kelompok jemaat di Pondok Gede memiliki tempat ibadah tetap untuk melakukan ibadah minggu di wilayahnya. Sesuai keputusan Majelis GKJ Jakarta dalam rapat pleno ke 545, Jumat 3 Oktober 1986, kemudian diputuskan menjadikan rumah Bp. Joesoef Ranumihardjo sebagai tempat ibadah Minggu. Namun menjawab tawaran Bp. Dkn. Jahja Lasiman, atas usulan Bp. Prasetyo Subagyo dan 7 jemaat lainnya, kemudian dipilihlah kediaman Bp. Jahja Lasiman sebagai tempat ibadah. Maka terhitung sejak hari itu, hingga 4 tahun kemudian kelompok jemaat menikmati pelayanan sakramen perjamuan secara mandiri dan Sekolah Minggu untuk jemaat anak di rumah Keluarga Silvanus (depan rumah Bp. Jahja Lasiman).
Karena jemaat yang terus bertambah maka kebutuhan tempat ibadah baru menjadi keharusan. Dalam sebuah kesempatan, Bp. Soedarno berjumpa dengan Bp. Njoto Soebandrio teman semasa sekolahnya. Setelah pertemuan tersebut, Bp. Njoto Soebandrijo menawarkan Wisma Hexa miliknya sebagai tempat kebaktian. Kabar menggembirakan tersebut sayangnya tidak ditanggapi serius oleh jemaat saat itu masih melakukan kebaktian di Rumah Bp. Jahja Lasiman. Wisma Hexa kemudian baru dipergunakan setelah pergantian Majelis pada tahun 1990.
Tahun 1990 kelompok jemaat di Pondok Gede masih tergabung dalam wilayah Rawamangun C. Jumlah jemaat yang terus bertambah mendorong Majelis GKJ Jakarta untuk membentuk wilayah (pepanthan) baru. Akhirnya pada Januari 1991, kelompok jemaat Pondok Gede resmi menjadi wilayah sendiri, setelah 5 tahun perjalanannya. GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede adalah nama resminya dengan cakupan wilayah Jakarta Timur & Bekasi, serta dibagi menjadi 4 kelompok yaitu:
a. Getsemane meliputi Jatimakmur & Jatiwaringin
b. Golgota meliputi Lubang Buaya, Ceger, Pinangranti & Bambu Apus
c. Kanaan meliputi Jatirahayu, Jatimurni, Jatimekar, Cakung Payangan & Kranggan
d. Kolose meliputi Kecamatan Jatiasih
Untuk melayani aktivitas jemaat terdapat 4 orang Penatua & 1 orang Diaken yang melayani GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede pada saat itu tercatat sebagai berikut:
a. Pnt. Prajoga Utama melayani Kelompok Getsemane
b. Pnt. Supramono melayani Kelompok Kanaan
c. Pnt. Sudarsono melayani Kelompok Golgota
d. Pnt. Djatmiko Listyobanu melayani Kelompok Kolose
e. Dkn. Joesoef Ranumihardjo sebagai Diaken Wilayah Pondok Gede.
Tuhan terus memelihara dan menumbuhkan GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede. Jemaat terus bertambah, kegiatan semarak, pembinaan berjalan baik serta persembahan dalam kondisi stabil dan cukup tinggi dengan rata-rata Rp 5.000,- per kepala/minggu (jumlah tertinggi di antara gereja-gereja yang akan mandiri). Jemaat GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede juga berada pada usia produktif serta didominasi jemaat minimal berpendidikan SMA, sebuah kondisi yang menumbuhkan keinginan kuat bagi jemaat untuk mandiri. Keinginan untuk mandiri tersebut direspon oleh GKJ Jakarta dengan menurunkan Tim Evaluasi Pembiakan Jemaat (TEPAT) yang bertugas meneliti dan mengevaluasi kesiapan suatu wilayah untuk menjadi gereja dewasa.
Pada Sidang Klasis Tegal tanggal 4-5 Februari 1997 di Pemalang, GKJ Jakarta mengusulkan agar GKJ Pondok Gede divitasi untuk dimandirikan. Sementara itu pada saat yang sama GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede segera membantuk Panitia Pemanggilan Calon Pendeta (PPCP). Selain mempersiapkan Pendeta, GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede juga berusaha memiliki gedung gereja sendiri yang dikerjakan oleh Badan Pelaksana Pembangunan Gereja (BPPG). Waktu berlalu dan hingga tahun 1998 baik PPCP & BPPG belum menunjukkan hasil kerja yang memuaskan.
Setelah penantian selama setahun, pada Sidang Klasis tanggal 10-11 Februari 1998 di GKJ Tanjung Priok, akhirnya hasil visitasi untuk GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede diputuskan dan menyetujui pendewasaan GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede.
Sekali lagi Allah membuktikan kasih dan setianya pada kerinduan jemaat yang Dia kasihi. Dalam kondisi belum memiliki seorang pendeta dan gedung gereja sendiri Allah mengaruniakan kemandirian, tepatnya pada tanggal 2 Nopember 1998 GKJ Jakarta Wilayah Pondok Gede ditetapkan menjadi gereja yang mandiri, yaitu GKJ Pondok Gede.
GKJ Pondok Gede mempunyai kerinduan untuk memiliki seorang pendeta sendiri sebelum mandiri. Keputusan untuk membentuk PPCP muncul pada rapat Majelis tanggal 2 Agustus 1997. PPCP diketuai oleh Bp. Soedarno, Bp. Budhi Santoso sebagai Sekretaris, Bp. Padmono Sk., S.Th., Bp. Djatmiko Listyobanu dan Bp. A. Supartono sebagai anggota.
Hal pertama yang dikerjakan oleh PPCP adalah menyusun criteria calon pendeta dan berdasarkan masukan dari Majelis dan Jemaat, akhirnya terpilih 3 orang yang memenuhi dan bersedia dicalonkan yakni:
1. Pdt. Steyfanus R. Pua dari Pondok Gede
2. Sdr. Tri Oetomo Adi Wibowo dari Tanjung Priok
3. Sdr. Ir. Yoel Muwun Indrasmoro, S.Si. dari Pondok Gede
Calon-calon tersebut selanjutnya dipanggil Majelis dan diperkenalkan pada jemaat melalui kegiatan kelompok secara bergiliran. Ditengah masa penjajakan, Ir. Yoel Indrasmoro harus melakukan kolegium pastoral sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan orientasi dengan intensif.
Setelah menyelesaikan masa orientasi akhirnya dilakukan pemilihan pada tanggal 6 Juni 1999, dari pemilihan tersebut tidak ada satu calon pun yang memenuhi syarat, karena suaranya kurang dari persyaratan yang telah ditetapkan oleh Majelis yaitu 70%.
Memulai kembali proses pemanggilan pendeta, pada saat itu Pdt. Aris Widaryanto, S.Th. sebagai pendeta konsulen mengusulkan nama Bapak Samuel Silo Samekto, S.Th. alumni UKDW Yogyakarta tahun 1974. Setelah dilakukan beberapa kali komunikasi, Bp. Padmono Sk., S.Th. dalam perjalanan ke Jawa Tengah menyempatkan diri untuk bertemu, menyatakan keinginan dan menanyakan kesediaan Bapak Samuel untuk mengikuti proses pemanggilan calon pendeta. Selanjutnya Majelis secara resmi memanggil beliau untuk mengikuti orientasi di GKJ Pondok Gede selama 3 bulan sejak tanggal 1 Nopember 1999 s/d 31 Januari 2000. Setelah Majelis meminta pendapat jemaat atas calon tunggal tersebut, hasilnya 92,4% jemaat menyetujui proses pemanggilan Bapak Samuel sebagai pendeta dilanjutkan kembali. Selama 1 tahun sesudahnya, sejak bulan Juni 2000 s/d Juni 2001, bersama-sama dengan Bapak Oktavianus Heri Prasetyo Nugroho dari GKJ Bekasi menjalani pembimbingan dari Pdt. Dr. Soelarso Sopater, Pdt. Dr. Kadarmanto Hardjowasito, Th.M, Pdt. Djoko Sulistyo, S.Th. dan Pdt. Andreas Untung Wiyono, S.Th. Akhirnya pada ujian peremptoir tanggal 25-26 Mei 2001 di GKJ Bekasi, Bapak Samuel dinyatakan layak tahbis dan ditahbiskan menjadi pendeta GKJ Pondok Gede pada tanggal 3 Nopember 2001.
Perjuangan jemaat GKJ Pondok Gede untuk memiliki gedung gereja sendiri dimulai saat BPPG diresmikan tanggal 18 Mei 1996. Meskipun jemaat telah memiliki tanah persembahan warga di daerah Bumi Makmur, namun IMB masih harus diperjuangkan karena membutuhkan persetujuan di sekitar tanah gereja. Karena upaya pengurusan IMB untuk tanah gereja di Bumi Makmur mengalami jalan buntu, Majelis mendorong BPPG untuk mencari tanah gereja di tempat lain. Akhirnya terbukalah jalan, GKJ Pondok Gede untuk mendapatkan tanah gereja di daerah Kampung Sawah pada tahun 2002-2003 seluas 2.000 m2 lebih, yang sekarang telah berdiri bangunan gereja yang dapat dipergunakan untuk beribadah.

 

 

 

 

 


jpgGKJ "Gandaria"
Komp. Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha
Jl. Raya Bogor Km. 28, JAKARTA TIMUR
Telp.: (021) 871 7876
E-mail: gandaria@gkj.or.id
Pendeta: Pdt. Didik Christian Adi Cahyono, S.Si.
Pepanthan: 1; KK: 345; Warga Dewasa: 843; Warga Anak: 258; Total: 1.101

 

 

 

 

 

 


jpgGKJ Bogor
Kompleks Pulo Armin
Jl. Pajajaran Blok A No. 4, KOTA BOGOR  16143
Telp.: (0251) 836 0334
E-mail: gkjbogor@gmail.com
Web.: www.gkj-bogor.or.id
Pendeta: Pdt. Setyo Budi Purwanto, S.Th.
KK: 97; Warga Dewasa: 190; Warga Anak: 95; Total: 285

Gereja Kristen Jawa Bogor memiliki warga gereja yang terdiri dari 5 kelompok Pelayanan yang tersebar di wilayah Kota Bogor dan wilayah Kabupaten Bogor, yaitu dari Cibinong yang berbatasan dengan DKI Jakarta sampai ke Caringin yang merupakan wilayah Kabupaten Bogor. Setiap Kelompok dilayani oleh 1 orang Penatua dan 1 orang Diaken dan tiap kelompok memiliki pengurus kelompok.

Disamping pengelompokan menurut kategorial umur: yaitu Anak, Remaja, Dewasa dan Adiyuswo. GKJ Bogor juga membuat kelompok perempuan yang bertujuan menampung aspirasi kaum perempuan (berada dibawah Komisi Warga Dewasa).

Pada ibadah umum Minggu V, diiringi oleh musik Band.

Sampai saat ini GKJ Bogor belum memiliki Surat Izin Ibadah dari Pemerintah. Pelaksanaan ibadah hanya berdasarkan Surat Tanda Lapor dari Pemerintah Kodya Bogor yang berlaku 2 tahun dan setiap habis masa berlakunya minta pembaharuan/perpanjangan.

 

 

 

 

 


jpgGKJ Bekasi Timur
Komplek Bekasi Grand Centre Blok F No.3
Jl. Cut Meutia, Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur
BEKASI 17113
Telp.: (021) 8835 6796, 9828 4436
Fax.:   (021) 8835 6796
E-mail: sekretariat@gkjbekasitimur.org
Web.: www.gkjbekasitimur.org
Pendeta: Pdt. Johan Kristantara, S.Si.
KK: 360; Warga Dewasa: 783; Warga Anak: 321; Total: 1.104

 

 

 

 

 


jpgGKJ Bambu Kuning
Jl. Bambu Kuning No. 26
Kel. Margamulya, BEKASI
Telp.:
E-mail:
Web.:
Pendeta: Pdt. Kukuh Purwidhianto, S.Si.
KK: 158; Warga Dewasa: 377; Warga Anak: 129; Total: 506

 

 

 

 

 



kirim | cetak | pdf