260000 Klasis Kartasura

Pembiakan dari , -
d/a. GKJ Manahan,
Jl. MT. Haryono No.10,
Manahan, Surakarta - 57139
Telepon:  Email: Klasis@
Gereja Dewasa: 8 Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 48/0
Pendeta L: 8  Pendeta P: 2  Jumlah Pendeta: 10
Vikaris: 0  Pendeta Emeritus: 3
KK: 980  Warga Dewasa: 4.012  Warga Anak: 1.532  Jumlah: 5.544
-


jpg260100 GKJ Manahan

Tanggal Pendewasaan: 08 Februari 1929
Alamat: Jl. MT. Haryono No.10,
Manahan,
Surakarta - 57139
Telepon: 0271717645 Email: gkj_manahan_surakarta@yahoo.com
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 15/0
Pendeta L: 2Pendeta P: 1 Jumlah: 3
Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.,MA.; Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si.; Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Widya Notodiryo, S.Th.
KK: 0 Warga Dewasa: 1312 Warga Anak: 432 Jumlah: 1744

Profil dan Sejarah

Pada tanggal 8 Februari 1929 GKJ Manahan didewasakan, yang awalnya merupakan Pepanthan GKJ Margoyudan Surakarta yang berlokasi di Temenggungan Surakarta. Dan pada tanggal 25 Desember 1931 telah memiliki gedung gereja baru yang berlokasi di Manahan yang kemudian diresmikan dalam Kebaktian Natal oleh Ds.Van Eyk, pada waktu sebagai konsulen GKJ Manahan.

Pendeta pertama yang mulai melayani GKJ Manahan adalah Bapak Ds. Atmowidjono bertugas sejak tahun 1936. Pada saat itu jumlah warga hanya 50 orang, dan pada tahun 1942 bersamaan tentara Jepang datang menduduki Indonesia, jumlah warga berkembang mencapai 239 orang. Sedangkan Daerah pelayanan GKJ Manahan saat itu meliputi Kota Sala bagian barat, Kartasura, Pengging, Blulukan, Plaur, Karanggede.

Tetapi masa pendudukan Jepang itu merupakan lembaran hitam bagi GKJ Manahan dan gereja lain pada umumnya, karena saat itu Jepang menganggap bahwa Agama Kristen adalah milik Belanda yang datang dari Barat. Segala sesuatu yang datang dari Barat dilarang, tidak boleh dilakukan di Indonesia. Sehingga gedung gereja GKJ Manahan saat itu ditutup dan disegel oleh pemerintah penduduk Jepang.

Dalam suasana yang mencekam, jemaat tetap mengadakan kebaktian secara diam- diam di gereja lewat pintu belakang, atau di rumah salah seorang warga. Waktu itu Bapak Ds. Atmowidjono meminta kepada tentara pendudukan Jepang untuk membuka segel pintu gereja, ternyata malah ditahan. Kita bersyukur yang akhimya dapat dilepaskan kembali.

Kemudian Tuhan berkenan memberikan berkatNya, dengan perantaraan seorang ahli hukum warga jemaat GKJ Manahan yaitu Mr. Soewidji, beliau dapat menunjukkan Piagam Pemerintah Jepang yang memberi perlindungan kepada umat Kristen di Jawa. Oleh karena itu gedung gereja termasuk gereja-gereja se kota Sala, dapat mengadakan kebaktian lagi seperti sediakala, meskipun rasa takut dan cemas belum hilang .
Pada tanggal 9 Juli 1945 Bapak Ds. Atmowidjono dipanggil menghadap Tuhan, Bapa di Sorga. Kemudian diganti Pendeta kedua yaitu Bapak Pdt RM. S. Purwowidagdo.

Pada tahun 1949 Klasis Surakarta, mengangkat Bapak Pendeta RM. S. Purwowidagdo sebagai Pendeta Utusan Klasis Kartasura, sehingga pelayanan di GKJ Manahan dilaksanakan oleh seorang guru Injil, Bp. RN. Padmowijono. Baru pada tahun 1951 memanggil seorang Pendeta ketiga yaitu Bapak Pdt .S. Hadisewojo.
Mulai saat itu pelayanan GKJ Manahan semakin baik dalam pelayanannya. Yang akhirnya pada tanggal 27 Maret 1967 dapat mendewasakan Pepanthan Kerten menjadi GKJ Kerten, yang dilayani oleh Bp. Pdt. Suparman Purwoko Adisudarmo, yang ditahbiskan pada tanggal 27 September 1968.

Pepanthan-pepanthan ( Blulukan, Klodran, Tohudan, Sumber ) mulai berkembang. Semula baru ada Pepanthan Blulukan yang diasuh oleh Guru Injil, yang dilayani oleh 4 orang majelis. Kemudian pada tanggal 8 Januari 1966 lahir Pepanthan Klodran, dan sudah mempunyai gedung gereja sendiri dan pada tanggal 25 Desember 1976 saat itu dilayani oleh 7 orang majelis. Pepanthan Tohudan sebenarnya lahir embrionya tahun 1953, mempunyai tempat ibadah sendiri pada tahun 1977 dan diasuh oleh 4 orang majelis. Kemudian diresmikan pada tanggal 25 Desember 1969 oleh Bp. Pdt. S. Hadisewojo.

Pepanthan Sumber merupakan pepanthan terakhir dari 4 pepanthan yang ada di GKJ Manahan. Diresmikan pada tanggal 31 Desember 1990 oleh Bp. Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta, yang dilayani oleh 12 orang majelis. Semakin berkembangnya warga jemaat di GKJ Manahan maka dirasakan perlu menambah pendeta maka memanggil pendeta baru. Pada tanggal 29 April 1971 ditahbiskanlah Pendeta yang keempat, Bp. Pdt Bambang Brotosudjaly, S.Th.  Sejak saat itulah ada 2 orang Pamulang yang melayani jemaat GKJ Manahan Pada tahun 1983 Bp. Pdt. S. Hadisewojo mulai masuk masa emiritus, maka diadakan persiapan untuk memanggil seorang pendeta baru. Pada tanggal18 Januari 1985 menahbiskan Pendeta kelima Bp. Pdt. Widya Notodiryo, S.Th. Dengan berkembangnya warga jemaat, timbul pemikiran perlunya pengembangan sarana fisik, yaitu perluasan gedung gereja agar dapat menampung jemaat yang kebaktian lebih banyak.

Pada tanggal 13 April 1986 dimulailah pembangunan Gedung Serba Guna GKJ Manahan, gedung ini berlantai dua, lantai I digunakan untuk pertemuan-pertemuan dan rapat-rapat yang dapat menampung 250 orang, dan direncanakan untuk menampung kebaktian, sementara gedung gereja sedang dalam revitalisasi. Lantai II untuk kantor gereja, kantor Klasis Kartasura dan ruang perpustakaan. Pembangunan Gedung Serba Guna yang direncanakan selesai selama 2 tahun, atas berkat Tuhan Yang Maha Kasih ternyata 4 bulan lebih awal sudah selesai, yaitu pada bulan Desember 1987. Pada tanggal 21 Mei 1993 dilakukan peletakan batu pertama revitalisasi gedung Gereja Manahan. Dengan revitalisasi daya tampung gereja-gereja akan meningkat yang semula 500 orang menjadi 1.200 orang.

Akhimya atas berkat dan karunia Tuhan Purna Pugar Gedung Gereja dan dapat diresmikan pada hari Selasa Kliwon, 29 Maret 1994, yang dihadiri oleh Bp. Mayor Jendral Pol. Drs. A.A. Soegijo Kapolda Jateng/DIY;  Bp. H.R. Hartomo, Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta; Para pejabat Sipil dan Militer di Surakarta; Para wakil jemaat dari gereja-gereja tetangga dan seluruh warga jemaat GKJ Manahan. Pada tanggal 15 September 2002, Pendeta GKJ Manahan yang ke-empat dipanggil Tuhan. Duka menyelimuti jemaat GKJ Manahan sejak Pdt. Bambang Brotosudjaly, S.Th. meninggal dunia, jemaat GKJ Manahan mulai merasakan kebutuhan akan seorang Pendeta. Maka proses pemanggilan Pendetapun dirintis lagi.

Setelah melalui proses pemanggilan pada tanggal 30 Maret 2005, GKJ Manahan meneguhkan seorang Pendeta keenam yaitu Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang sebelumnya sudah melayani 12 tahun di GKJ Kutoarjo, Purworejo. Mengingat perkembangan jumlah jemaat GKJ Manahan semakin pesat dan kompleksitas pelayanan, maka dirasa perlu untuk menambah pendeta. Kemudian setelah melalui proses pemanggilan sejak tahun 2007, maka pada saat ini tanggal 10 Pebruari 2010 di tahbiskan Pendeta yang ketujuh yaitu Bapak Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si.


jpg260200 GKJ Kartasura

Tanggal Pendewasaan: 20 Desember 1935
Alamat: Jl. Ahmad Yani No.203,
Kartasura, Sukoharjo - 57163
Telepon: 0271780672 Email: gkjkartasura@yahoo.com
Pepanthan: 1 Blok/Wilayah: 10/0
Pep. Purwogondo
Pendeta L: 0Pendeta P: 1 Jumlah: 1
Pdt. Lidia Natalia, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 2
-; Pdt. Em. Mateus Manto Soewignjo;
Pdt. Em. Sri Widjojo, S.Th.
KK: 260 Warga Dewasa: 643 Warga Anak: 240 Jumlah: 883

 

 

 

 


260300 GKJ Plaur

Tanggal Pendewasaan: 01 Januari 1981
Alamat: d/a. Bp. Y. Surawan,
Desa Kepoh, Kec. Sambi,
Pos Simo,
Boyolali
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Drs. Petrus Sulistyo
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK:  Warga Dewasa: 270 Warga Anak: 177 Jumlah: 447 


jpg260400 GKJ Pajang-Makamhaji

Tanggal Pendewasaan: 27 Oktober 1990
Alamat: Jl. Tribusono No.18,
Makamhaji, Kartasura,
Sukoharjo - 57161
Telepon: 0271721611 Email: gkjpajangmakamhaji@ymail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 6/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Drs. Eko Heru Martono
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 199 Warga Dewasa: 387 Warga Anak: 130 Jumlah: 517

 

 

 

 

 


jpg260500 GKJ Sabda Winedhar

Tanggal Pendewasaan: 23 Agustus 2007
Alamat: Mantren, RT.01 RW.07,
Klodran, Colomadu,
Karanganyar - 57172
Telepon: 02717654182 Email: gkj.sadhar@gmail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 5/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Immanuel Adi Saputro, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 127 Warga Dewasa: 320 Warga Anak: 152 Jumlah: 472

Profil dan Sejarah

1. Tanggal 27 Januari 1967 Surat Ijin Berkumpul dari Kepolisian Wilayah Wonohardjo Tjolomadu Nomor Polisi 4/115/V/Intell/1967.

2. Tanggal 20 Pebruari 1967 Surat dari GKJ Manahan untuk berkumpul guna Pendidikan Agama Kristen/Penelahaan Alkitab di rumah Ibu Djojosuparto, Mantren, Klodran setiap malam dimulai pukul 19.00 dengan pembicara Bp. Tjiptowardojo, yang beranggotakan 15 orang.

3. Tanggal 25 Januari 1972 Surat penunjukan kepada Bp. Tjiptowardojo sebagai penghubung warga dengan pemerintah. Dengan adanya pepanthan Klodran yang menginduk ke GKJ Manahan.

4. Tanggal 23 Agustus 1996 Pepanthan Sumber bersama dengan pepanthan Klodran didewasakan menjadi GKJ Sabda Winedhar Surakarta.

5. Tanggal 23 Agustus 2007 GKJ Sabda Winedhar Surakarta berbiak menjadi dua gereja dewasa yaitu GKJ Sumber dan GKJ Sabda Winedhar yang berdomisili di mantren Rt 01/VII Klodran, Colomadu, Karanganyar.

6. Saat ini memiliki seorang pendeta, 21 majelis yang terdiri dari 10 tua-tua, dan 11 diaken.
19 Majelis pria dan 2 Majelis wanita.

Visi    : "Menjadi kawan sekerja Allah dalam mewujudkan damai sejahtera"
Missi  : 1.  Memelihara han mengembangkan Jati diri Jemaat
          2. Meningkatkan Persekutuan
          3. Melaksanakan Kesaksian dan Pelayanan
          4. Meningkatkan Kecintaan GKJ Sebagai Tubuh Kristus
          5. Meningkatkan Pertumbuhan dan Kualitas Anggota
Motto : Sesarengan leladosing Pasamuwan kanthi atetales Panyuwunan lan Pandonga, murih Apuraning dosa warga GKJ Sabda Winedhar lumadi ing Gesang Anyar.


jpg260500 GKJ Gebyog

Tanggal Pendewasaan: 10 Januari 1997
Alamat: Gebyog, RT.02 RW.05,
Kel. Ngemplak,
Kec. Kartasura,
Sukoharjo - 57169
Telepon: 02717576035
 Email: Gereja@
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Setyo Budi Utomo, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK:  Warga Dewasa: 341 Warga Anak: 164 Jumlah: 505

 

 

 

 


jpg260600 GKJ Gatak

Tanggal Pendewasaan: 05 Juni 2004
Alamat: Tempel, RT.01 RW.05,
Desa Blimbing, Kec. Gatak,
Kab. Sukoharjo - 57557
Telepon: 02717894225 Email: gkj_gatak@yahoo.co.id
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 7/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Yusuf Sugino, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 127 Warga Dewasa: 247 Warga Anak: 88 Jumlah: 335

Profil dan Sejarah

Benih yang tumbuh di GKJ Gatak Sukoharjo diawali oleh seorang tenaga pendidik yaitu keluarga S. Satyatmaja, yang mengajar di Sekolah Dasar. Sebagaimana figur seorang guru beliau sangat dihormati oleh warga masyarakat khususnya di wilayah Dusun Tumpeng, Desa Luwang, Kecamatan Gatak. Filosofi jawa yang mengatakan bahwa sosok Guru patut "digugu lan ditiru" melekat di kalangan mayarakat. Hal tersebut muncul ketika warga masyarakat menyaksikan kesaksian hidup yang dilakukan oleh keluarga S. Satyatmaja.

Seiring dengan kesaksian beliau, maka tidaklah heran ketika banyak warga masyarakat simpati dengan kehidupannya, serta ada beberapa warga yang berkeinginan untuk mengikuti jejaknya dan menjadi Kristen. Tanggapan warga masyarakat ternyata tidak hanya di wilayah Tumpeng tapi menyebar ke desa Blimbing, Klaseman, dan Trosemi. Maka pada bulan Januari 1965 beliau mengajak jemaat untuk mengadakan ibadah. Berkat terjalinnya hubungan yang baik dengan pemerintah desa Blimbing, jemaat ini diperkenankan untuk mengadakan ibadah di Balai Desa Blimbing yang diikuti oleh 20 orang. Kurang lebih 13 bulan ibadah berlangsung di tempat tersebut.

Karena jumlah jemaat yang semakin banyak dan balai desa sering digunakan oleh pemerintah desa, maka pada tanggal 6 Februari 1966 ibadah dipindahkan ke rumah Bp. Suyarno Praptohandoyo di Tumpeng.
Pelaksanaan ibadah sering juga dilayani oleh Pdt. Notosoedarmo dari GKJ Delanggu. Bp S. Satyatmaja dan Pdt. Notosoedarmo mempunyai keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan. Karena Allah turut bekerja dalam setiap pelayanan yang terjadi. Dan terbukti semakin hari jumlah mereka semakin bertambah banyak meskipun belum memiliki tempat ibadah yang permanent.

Pada hari Selasa tanggal 17 September 1968 GKJ Wonosari sebagai gereja pepanthan didewasakan oleh GKJ Delanggu sekaligus menjadikan Gereja Gatak sebagai pepanthan GKJ Wonosari dan Pdt.S.Notosoedarmo sebagai konsulennya. Ibu Syamtiyah selaku istri pendeta konsulen dengan tekun mendampingi bahkan juga turut melayani dan membina melalui katekisasi sehingga semakin hari iman mereka semakin bertumbuh.

Komunikasi dan hubungan dengan pemerintah desa setempat selalu terjalin dengan penuh keharmonisan sehingga nampak juga buah dari kerjasama itu. Gereja diberi sebidang tanah seluas 600 m2 yang berlokasi di dusun Tempel, desa Blimbing dengan status hak milik.

Kemurahan Tuhan selalu nampak ketika warga jemaat terus bergumul untuk memiliki gedung sebagai sarana ibadah. Dengan bergotong-royong dibantu Sinode dan warga jemaat maka pada tanggal 1 Juni 1971 pembangunan gedung Gereja dimulai. Proses pembangunan gedung Gereja memerlukan waktu kurang lebih tujuh karena faktor biaya menjadi kendala. Akhirnya pada tanggal 25 Desember 1978 gedung Gereja sudah bisa digunakan dan ibadah yang semula di rumah Bp. Suyarno Prapto- handoyo saat itu dipindahkan dan dilaksanakan di gedung Gereja.

Pada tahun 1993 jumlah warga jemaat GKJ Wonosari pepanthan Gatak ada 168 warga dewasa dan 119 anak-anak. Suatu bukti campur tangan Tuhan Gereja terus berkembang. Melihat perkembangan warga GKJ Wonosari pepanthan Gatak maka dalam persidangan Klasis Kartasura ke 26 di GKJ Wonosari, majelis sepakat untuk mengusulkan pepanthan Gatak segera didewasakan. Usulan tersebut ternyata mendapat tanggapan dari Klasis Kartasura, maka mulai tahun 2002/2003 Gereja Gatak dilatih untuk mandiri oleh GKJ Wonosari.
Sidang Klasis Kartasura ke-27 di GKJ Simo, Majelis Gereja Gatak mengusulkan kembali pendewasaanya setelah dilatih mandiri oleh Gereja induk dan mendapatkan tanggapan.

Tepatnya tanggal 5 Juni 2004 Gereja Gatak yang sebelumnya pepanthan dari GKJ Wonosari akhirnya dewasa. Jumlah warga saat didewasakan yaitu 69 warga anak-anak dan 229 warga dewasa tersebar di 4 kelompok yaitu Tumpeng, Blimbing, Boto dan Klaseman.

Majelis yang bertugas saat itu:
Ketua :  Alm. Bp. Sardjono
Sekretaris :  Bp. Purwosudarmo
Bendahara :  Bp. Budiarto 


jpg260700 GKJ Sumber

Tanggal Pendewasaan: 23 Agustus 2007
Alamat: Jl. Kutai II Gg.1,
Sumber RT.01 RW.07,
Banjarsari,
Surakarta - 57138
Telepon: 0271726922 Email: gkj.sumber@yahoo.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 5/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 267 Warga Dewasa: 492 Warga Anak: 149 Jumlah: 641

Profil dan Sejarah

Berawal dari Blok II - GKJ Manahan yang berada di wilayah Kelurahan Sumber RT. 01 RW. VII Banjarsari - Surakarta, karena Blok II tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, mempunyai Warga Jemaat yang cukup memenuhi syarat dan mempunyai tempat ibadah sendiri, maka pada hari Senin, 31 Desember 1990 statusnya ditingkatkan dari Blok menjadi Pepanthan Sumber - GKJ Manahan.

Nampaknya benih-benih Injil yang disebarkan oleh tokoh-tokoh Pepanthan Sumber terus mengalami pertumbuhan hingga pada hari Jumat, 23 Agustus 1996 bersama dengan Pepanthan Klodran, didewasakan menjadi Gereja Dewasa dengan nama Gereja Kristen Jawa Sabda Winedhar Surakarta.

Benih yang sudah bertumbuh itu kini semakin berkembang sehingga GKJ Sabda Winedhar Surakarta yang terdiri dari Jemaat di Sumber dan Klodran bersepakat untuk melakukan Pembiakan menjadi Gereja yang Dewasa secara mandiri di kedua wilayah masing-masing, menjadi :

  • Wilayah Klodran : GKJ Sabda Winedhar Klodran
  • Wilayah Sumber : GKJ Sumber

Yang Pembiakannya dilangsungkan pada hari Kamis, 23 Agustus 2007.

Sejak saat itu tgl. 23 Agustus ditetapkan menjadi hari lahirnya (Ulang Tahun) GKJ Sumber. Mengingat sejak Pembiakan itu GKJ Sumber belum memiliki Pendeta, maka Majelis GKJ Sumber beserta seluruh Warga Jemaat memanggil Bp. Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th yang tadinya melayani di GKJ Wales untuk diproses menjadi Pendeta GKJ Sumber.

Atas perkenan Tuhan Yesus Raja Gereja, proses pemanggilan Pendeta berjalan dengan baik hingga diteguhkannya Bp. Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th menjadi Pendeta GKJ. Sumber pada hari Jumat, 26 Februari 2010.


kirim | cetak | pdf