ARTIKEL : PEMBUNUHAN KARAKTER MERUPAKAN PENCEMARAN NAMA BAIK

PEMBUNUHAN KARAKTER MERUPAKAN PENCEMARAN NAMA BAIK

( Oleh : Elys Sudarwati, SH )

 

Menurut Wikipedia Ensiklopedia, mengartikan bahwa Pembunuhan karakter atau perusakan reputasi adalah usaha-usaha untuk mencoreng reputasi seseorang. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau memanipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar tentang orang yang dituju. Pembunuhan karakter merupakan suatu bentuk pencemaran nama baik dan dapat berupa argument adhomien. Istilah ini sering digunakan pada saat peristiwa  massa atau media massa melakukan pengadilan massa atau pengadilan media massa dimana seseorang diberitahukan telah melakukan kejahatan atau pelanggaran norma sosial tanpa melakukan konfirmasi dan bersifat tendensius untuk memojokan orang tersebut.

Pembunuhan karakter  dapat mengakibatkan reputasi orang tersebut menjadi rusak didepan publik, terhambat karirnya serta akibat yang lebih besar dimana orang tersebut dapat dipecat dari pekerjaanya. Pembunuhan karakter lebih berbahaya dari pembunuhan nyata, karena korbannya masih hidup, ibarat  hidup segan mati tak mau. Seperti namanya pembunuhan , maka karakter seseorang akan dimatikan dengan berbagai cara, sehingga orang tidak mengetahui karakter bawaan lahir orang tersebut, karena karakter aslinya sudah benar-benar  terbunuh dan orang-orang akan hanya melihat karakter semu saja yang diciptakan oleh pihak lain. Dampak dari pembunuhan tipe ini akan cepat mempengaruhi orang-orang  yang belum mengenal baik korban atau orang-orang yang dengan mudah menerima informasi dari orang lain tanpa melakukan penilaian terlebih dahulu, dalam ini untuk mengantisipasi agar tidak terjebak dalam permainan orang lain.

Pembunuhan karakter bisa dilakukan dengan cara terselubung, biasanya dilakukan melalui fitnah, karena finah disebut-sebut lebih kejam daripada pembunuhan  karena fitnah bisa menyebabkan pembunuhan karakter, bahkan tanpa mengenal korban orang-orang dapat menyebarkan fitnah tersebut dan kadang malah akan ditambah-tambahi.

Dengan demikian pembunuhan karakter dapat dilaporkan dengan delik aduan pencemaran nama baik ke pihak yang berwajib atau kekepolisian dengan pasal 310 KUH Pidana yang berisi :

(1)    Barang siapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan / denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500

(2)    Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertujukan pada umum atau ditempelkan maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4.500 .

Dalam pelaporannya ada yang hal-hal yang harus di persiapkan antara lain :

-          Bukti, baik alat bukti atau barang bukti yang terkait dengan perbuatan pelaku, alat bukti adalah dasar hukum untuk menentukan adanya tindak pidana sebagaimana ketentuan KUHPidana yang terdiri dari saksi-saksi, keterangnan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa.

-          Laporan, sebaiknya dibuat tertulis secara terinci dengan disertai bukti-bukti dan ditujukan kepada instansi kepolisian setempat. Hal ini agar pada saat melaporkan tidak mengalami kesulitan jika dimintai keterangan awal oleh pihak yang berwajib.

-          Kemudian akan mendapat surat tanda bukti lapor dari instansi kepolisian. Hal ini menunjukan bahwa laporan sudah diterima dan tinggal menunggu kelanjutan proses penyelidikan oleh penyidik dan kalau belum dapat surat tanda bukti pelaporan ini artinya bahwa bukti belum lengkap dan harus dilengkapi dulu.

Perbuatan-perbuatan yang termasuk pencemaran nama baik antara lain :

1.       Penistaan, menuduh seseorang melakukan perbuatan tertentu dengan maksud agar tuduhan itu tersiar.

2.       Penistaan dengan surat, tulisan dilakukan dengan surat ( tulisan ) dengan gambar.

3.       Fitnah.

4.       Penghinaan ringan, seperti makian yang dilakuan di tempat umum yang sifatnya menghina.

5.       Pengaduan palsu atau pengaduan fitnah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa apabila kita mendengar berita yang belum jelas, alangkah baiknya dicari kepastiannya dari berita tersebut, bukan terus menerus menyebarkan berita tersebut tanpa bukti yang kuat. Dan jangan asal melaporkan berita tersebut keatasan karena hal tersebut akan membunuh karakter orang tersebut dan kalau orang tersebut balik menuntut secara hukum baru tahu akibatnya. Oleh karena itu jaga mulut dan hati dari fitnah dan hidup sesuai dengan aturan dan norma yang ada di Indonesia tanpa mencampuri kehidupan orang lain. Orang akan menilai bukan karena karena bicara yang tinggi dan hebat, tetapi meraka akan menilai cara hidup yang benar dan baik. Semoga tulisan ini menjadi berkat untuk kita semua, amin.

 


Share this :

Berita "Berita Lembaga" Lainnya